Rabu, 18 November 2009

Konsep, Proposisi dan Teori

Oleh : Hendri Rahman A

BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian dilaksanakan didalam konteks suatu cara berifikr mengenai data yang meletakan tuntutan-tuntutan khusus pada data, jika data itu memiliki kegunaan ilmiah tertentu. Cara berfikir mengenai data lazimnya mencakup apa secara longgar menunjuk sebagai teori.
Penelitian pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari metode ilmiah, yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Teori merupakan bagian dari ilmu yang memberikan penjelasan mengenai fenomena alam. Karena teori bagian dari ilmu maka memiliki jalinan erat dengan penelitian karena Penelitian merupakan proses yang sistematis untuk mengembangkan teori.
Oleh karena itu, penulis mencoba untuk memaparkan unsure-unsur didalam penelitian itu sendiri diantaranya konsep (konstruk), proposisi dan teori.


BAB II
PEMBAHASAN
Konsep
Tugas ilmuwan adalah menemukan hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain (realitas yang satu dengan realitas yang lain). Fakta atau realitas itu ditampilkan dalam bentuk KONSEP, yakni abstraksi tingkat pertama terhadap fakta atau realita. KONSEP tersebut belum bisa diukur karena baru berupa “definisi konseptual” yang menyebutkan/mengidentifikasikan realitas. Untuk dapat diukur, suat konsep harus diubah dalam bentuk VARIABEL (artinya konsep yang memiliki variasi nilai). Dan untuk mengoperasionalisasikan pengukuran itu, berdasarkan atribut-atribut yang ada pada variabel, setiap atributnya diterjemahkan dalam definisi operasional, yakni “serangkaian prosedur yang harus ditempuh untuk mengetahui nilai empirik suatu konsep.”
Misalnya, konsep BELAJAR akan dihubungkan dengan konsep PRESTASI.
PROPOSISI: Keseriusan belajar berhubungan erat dengan prestasi
Variabel yang bisa dibuat untuk konsep BELAJAR: Jumlah jam belajar
Variabel yang bisa dibuat untuk konsep PRESTASI: Indeks Prestasi
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya.
Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu Pertama konsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh : meja, mobil dll nya Kedua konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh : kecerdasan, kekerabatan, dll nya.
Konstruk
Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu, atau juga konstruk adalah konsep yang dapat diamati dan diukur. Mengukur konsep yang abstrak dan konstruk yang dapat diukur maka itu disebut dengan operasionalisasi.
Proposisi
Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh : dalam penilitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi : “ proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah “ (Harris dan Todaro).
Dalam pengertian lain Proposisi adalah kesimpulan teoritik konsepsional tentang konstelasi hubungan antar variabel sebagai jawaban teoritik. Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya, mengenai konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena. Proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris disebut hipotesis.
Kegunaan Proposisi dalam Metodologi Penelitian
Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya, mengenai konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena.
Teori
Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian konsep, konstruk, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sisitematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN)
Kajian Teori Dan Riset Terdahulu
• Teori itu penting sebagai orientasi yang membatasi jumlah fakta yang harus dipelajari.
• Teori memberikan pedoman yang dapat memberikan hasil terbaik.
• Teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta.
• Teori memberikan sistem mana yang harus dipakai dalam mengartikan data yang tepat.
Tiga Hal pokok dalam teori
• Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep dan proposisi
• Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar variabel.
• Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.
Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut;
Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Teori kedua menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.
Teori ketiga mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya.
Sehingga teori dapat dipandang sebagai permulaan proses penelitian ilmiah. Tetapi teori melewati berbagai tahap. Pada bentuknya yang elementer, teori adalah hasil pengamatan yang tidak formal, teori elementer ini diubah kedalam konsep yang dapat diukur (dari konseptualisasi ke operasionalisasi). Teori berada pada fikiran ilmuwan. Teori ini dalam bentuk operasional, diuji bukan pada “fikiran”, tetapi didunia nyata (observasi).

BAB III
KESIMPULAN
KONSEP, yakni abstraksi tingkat pertama terhadap fakta atau realita.
Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu, atau juga konstruk adalah konsep yang dapat diamati dan diukur.
Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh : dalam penilitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya bebrbunyi : “ proses migrasi tenaga kerja ditentukan oleh upah “ (Harris dan Todaro).
TEORI, yakni seperangkat hubungan antarkonsep yang sistematis sehingga membentuk suatu rangkaian hubungan yang komprehensif untuk memaparkan, menjelaskan, dan memprediksikan suatu gejala sosial











DAFTAR PUSTAKA
• Rakhmat, Jalaludin, “Metode Penelitian Komunikasi”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007.
• http://mpshi.wordpress.com/kuliah/kuliah-4-konsep-dan-variabel/
• http://naseh21.multiply.com/journal/item/1
• http://faceroom.wordpress.com/category/metodologi-penelitian/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar